Jenis Ayam Bangkok Berdasarkan Katuranggan

Dalam katuranggan ayam bangkok terdapat suatu pemahaman soal jenis ayam bangkok. Bisa disimpulkan jika katuranggan sama halnya seperti ras dalam ayam bangkok. Jika kita berbicara soal ayam aduan, kebanyakan dari kita barangkali cuma familiar yang dengannya jenis ayam bangkok saja. Padahal, selama ini sebetulnya ada banyak jenis ayam aduan yang punya sifat tarung serta kemampuan fisik lebih baik dari ayam bangkok.

Jenis Ayam Bangkok Berdasarkan Katuranggan

Ayam bangkok berbeda yang dengannya ayam hias, ayam petelur, serta ayam pedaging. Ayam aduan Perlu mempunyai fisik serta sifat tarung yang menunjang kemampuannya dalam beradu. Yang kita ambil dari beternak ayam bangkok bukanlah telur, daging ataupun kecantikannya, melainkan keberingasan serta kemenangannya di medan laga. Dengan mengetahui hal ini tentu membuat anda makin fokus dalam melatih ayam sabung menjadi lebih superior diatas arena sabung ayam.

Ada beberapa jenis ayam bangkok yng selama ini sudah tersebar ke seluruh dunia, salah satunya ke Indonesia. Jenis-jenis ayam bangkok yang telah di sebutkan antara lain Ayam Wiring, Ayam Hitam atau Taduang, Ayam Bangkeh, Ayam Kanso Atau Kelabu, dan Ayam Kinantan Atau Putih serta Ayam Kuriak atau Jali.

Ayam Wiring Dengan Kemampuan Terbaik

Berikut adalah jenis ayam bangkok berdasarkan katuranggan antara lain :

1. Ayam Wiring

Ayam wiring adalah jenis ayam bangkok dengan warna bulu hitam dengan rawis kuning kemerahan pada bagian ekor dan lehernya. Ayam wiring dibedakan menjadi 2 jenis yaitu ayam wiring kuning dan ayam wiring galih. Ayam wiring kuning adalah ayam wiring dengan ayam dengan warna dominan rawis kuning keemasan serta mempunyai paruh dan kaki yang juga berwarna kuning. Ayam wiring galih adalah ayam dengan rawis yang warnanya cenderuh merah-merah tuah kecoklatan. Perlu diketahui bahwa ayam wiring merupakan ayam kelas satu dalam katuranggan ayam bangkok. Oleh karena itu, sering kita jumpai ayam dengan bulu wiring akan dijual dengan harga yang sangat tinggi.

2. Ayam Hitam atau Taduang

Setelah ayam wiring, jenis ayam bangkok selanjutnya adalah ayam hitam atau ayam taduang. Ayam ini mempunyai karakteristik bulu dan rawis serta paruh, mata, dan kakinya berwarna hitam. Ayam hitam sering dipercaya mempunyai tuah. Kesaktian dalam bertarung pada ayam hitam bisa muncul tanpa diduga duga. Akan tetapi tidak semua ayam hitam (taduang) memiliki sifat yang demikian. Semuanya tergantung pada pulung si pemiliknya.

3. Ayam Bangkeh

Ayam bangkeh adalah jenis ayam bangkok dengan bulu kuning kemerahan baik pada rawis maupun pada bulu utamanya. Dalam katuranggan, ayam bangkeh dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu ayam bangkeh api dan ayam bangkeh emas. Ayam bangkeh api adalah ayam bangkeh dengan warna bulu kuning gelap kemerahan, sedangkan ayam bangkeh emas adalah ayam bangkeh dengan warna bulu kuning keemasan.

4. Ayam Kanso Atau Kelabu

Selanjutnya adalah ayam Kanso atau ayam kelabu. Jenis ayam bangkok ini memiliki bulu dengan warna dasar abu-abu. Dibedakan menjadi 2 jenis juga, yaitu ayam kanso monyet dan ayam kanso api. Ayam kanso monyet adalah ayam dengan rawis abu-abu kehitaman (gelap), sedangkan ayam kanso api adalah ayam kanso dengan rawis berwarna kuning kemerah-merahan.

5. Ayam Kuriak atau Jali

Ayam kuriak adalah jenis ayam bangkok dengan warna bulu campuran. Artinya bulu ayam ini bisa merupakan perpaduan dari berbagai warna, misalnya hitam, putih, atau warna-warna lainnya. Adapun dalam dunia ayam adu, ayam kuriak sangat jarang ditemui. Oleh karena kelangkaannya, ayam ini juga sering dijual dengan harga mahal.

Demikian artikel singkat kami mengenai “Jenis Ayam Bangkok Berdasarkan Katuranggan”. Jika anda sudah yakin untuk bermain sabung ayam online pastikan anda memilih agen sabung ayam online terbaik dan terpercaya serta siap membayar berapapun kemenangan yang anda peroleh. Salam Sabung Mania untuk para pecinta sabung ayam online.

Sedikit Keterangan Sabung Ayam Pisau Yang Sudah Dikenal Sejak Dulu Di Nusantara

Sabung ayam tersebut adalah pertarungan antara dua ekor AYAM-AYAM dalam sebuah kalangan atau arena. Biasanya ayam yang diadu hingga salah satu kabur atau kalah, bahkan hingga mati. Judi ini biasanya diikuti oleh perjudian yang berlangsung tak jauh dari arena adua ayam pisau.

Hal tersebut dikarenakan dalam permainan yang satu ini, seperti nya kurang menarik jika tidak berhubungan dengan taruhan. Penggemear dari jenis taruhan tersebut ini juga sangat luar bias gitu banyak. Menurut agen situs yang berhasil kami ambil datanya, di Indonesia bahkan hampir 10 juta orang telah mengikuti andil dalam taruhan jenis permainan tersebut.

Dikarenakan mudahnya bermain taruhan ini dan bisa disaksikan secara langsung atau livestreaming. Judi sabung ayam online tersebut juga sering di sebut dengan adu ayam oleh masyrakat setempat indonesia. Permainan tersebut sudah lah sejak lama dimainkan oleh masyrakat dan tepatnya pada jaman kerajaan Demak.

Di salah satu cerita rakyat, seorang pangeran yang telah bermain sabung ayam online dan bertemu dengan ayahnya yang telah membuang ibunya tersebut. Adu ayam jago atau judi ayam petarung ini sudah dilakukan oleh seluruh masyarakat setempat sejak jaman dahulu kala.

Permainan tersebut merupakan salah satu yang bisa disebut dengan perkelahian antar dua ekor ayam aduan yang memang sudah dirawat dengan benar untuk mengikuti sebuah ajang adu ayam. Di Indonesia sendiri, sabung ayam bahkan sudah sangat terkenal sekali.

Kami juga ingin membagikan sedikit cerita rakyat tentang sabung ayam online tersebut. Dimana pada kala itu ada seorang yang bernama Cindelaras yang memiliki seekor ayam aduan yang begitu sakti yang tidak dapat terkalahkan oleh ayam mana pun.

Atas dasar itulah dirinya pun pada akhirnya diundang oleh raja Jenggala pada saat itu untuk mengikuti sebuah sayembara yang telah dibuat oleh sang raja itu sendiri. Dimana pada sayembara itu jika ayam aduan sakti milik cindelara tersebut mampu mengalahkan ayam miliki raden putra, maka cindelaras berhak untuk mendapatkan setengah dari seluruh harta kekayaan sang raja tersebut.

Akan tetapi jika kalah, maka cindelaras harus terima dengan kepalanya di hukum pacung oleh sang raja tersebut. Pada akhirnya cindelaras lah yang keluar sbeagai pemenang dan rakyat pada saat itu sangat menguji kehebatan dari sang ayam aduan sakti milik cindelaras tersebut. Dan raja tersebut pun mengakui kekalahannya pada saat itu.

Sabung ayam online juga menjadi sebuah peritiwa politik terkenal pada masa lampau. Sebuah kisah kematian prabu anusapati dari singosari yang terbunuh saat menyaksikan judi ayam aduan. Kematian prabu anusapati tersebut terjadi pada hari Buddha Manis atau Rabu Legi ketika di kerajaan singosari sedang mengadakan sebuah undagan di istana kerajaan salah satunya adalah pertunjukan judi sabung ayam online.

Sedangkan di bali permainan jug isabung ayam online tersebut disebut dengan tajen oleh masyrakat setempat. Tajen berasal-usul dari tabuh rah, salah satu yadnya atau upacara dalam masyrakat Hindu di bali. Tujuannya mulia, yakni mengharmoniskan hubungan manusia dengan bhuana agung. Yadnya diruntutan dari upacara yang sarannya menggunakan binatang kurban, seperti ayam, babi, itik, kerbau, dan berbagai jenis hewan peliharaan lainnya.

Persembahan tersebut dilakukan dengan cara nyambleh ( leher kurban di potong setelah dimanterai ). sebelumnya pun dilakukan ngider dan perang sata dengan perlengkapan kemiri, telur, dan juga kelapa. Perang sata adalah pertarungan ayam dalam rangkaian kurban suci yang dilaksankan tiga parai ( telung perahatan ), yang melambangkan penciptaan, pemeliharaan, dan juga pemusnahan dunia.

Perang sata merupakan sebuah simbol perjuangan hidup. Tradisi ini sudah lama ada, bahkan semenjak jaman majapahit. Saat itu memakai istilah menetak gulu ayam. Akhirnya tabuh rah merember ke bali yang bermula dari pelarian orang-orang majapahit, sekitar tahun 1200.

Serupa dengan berbagai aktivitas lain yang telah dilakukan oleh masyrakat bali dalam menjalani ritual, khususnya yang berhubungan dengan penguasa jagad, tabuh rah memiliki suatu pendoman yang bersandar pada dasar sastra.

Tabuh rah yang kerap diselenggarakan dalam rangkain upacara Butha Yadnya pun banyak disebut dalam berbagai lontar. Misalnya, dalam lontar siwa tatwapurana yang antara lain menyebutkan, dalam tilem kesanga (saat bulan sama sekali tidak tampak pada bulan kesembilan penanggalan bali).